Melalui SIAPIK, Batik Garutan Namira Siap Bersaing Di Jaman Digital

48

Koran-Fakta.com, (KF). – Hampir disetiap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki produk khas Batik, salah satunya adalah Batik Garutan asal Kabupaten Garut. Salah satu UKM Batik Garutan dengan status kepemilikan usaha bersifat individu adalah Namira.

Batik Garutan Namira didirikan sejak tahun 2008 oleh Nuria Hidayati dengan nomor izin usaha kecil menengah 530/0391/PK/IZ/III/2008.B yang berlokasi di Jalan Ciledug No.123 Garut.

Melestarikan budaya Kabupaten Garut berupa produk Batik Tulis dan Batik Cap. Namira memiliki tagline “Warisan Nenek Moyang”

Nuria Hidayati menceritakan masalah yang sedang dihadapinya saat ini adalah keunggulan bersaing yang belum setara perusahaan fashion asing. Melalui Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2021 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, menggelar diklat inovasi produk dan pendampingan digitalisasi bagi mitra khususnya.

Nizar Alam Hamdani sebagai Ketua Tim sekaligus Dosen Universitas Garut menuturkan bahwa pelaksanaan diklat ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2021. Program ini telah dilaksanakan sejak Agustus 2021, dimulai dengan penyelenggaraan diklat selama 3 hari kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama 3 bulan” katanya.

Diklat hari pertama kata Nizar Alam Handani, untuk pemasaran produk secara Diklat hari pertama kata Nizar Alam Handani, untuk pemasaran produk secara online, lalu hari kedua pengelolaan produk dengan merancang inovasi produk dari kain batik tulis dan cap. Pada hari ketiga, kami menyelenggarakan diklat pengelolaan keuangan menggunakan system informasi aplikasi pencatatan informasi keuangan (SIAPIK) yang disediakan oleh Bank Indonesia.

Beliau menilai, antusias dari peserta dengan diselenggarakan nya diklat ini antusias pelaku UKM di Kabupaten Garut cukup tinggi, bisa terlihat dari 15 orang peserta terdaftar seluruhnya disiplin mengikuti acara dari awal hingga selesai. Terlebih pada saat pembukaan Program Kemitraan Masyarakat dihadiri oleh perwakilan dari Disperindag ESDM Kabupaten Garut, tuturnya

Sementara itu pelaku UKM Batik Garutan Nuria Hidayati, (50) mengungkapkan pihaknya merasa rasa senang telah mengikuti kegiatan diklat pemasaran, pengelolaan produk dan keuangan secara digital.

“saya sangat senang sekali ada diklat pemasaran, pengolahan dan keuangan secara digital tentunya ilmunya sangat bermanfaat sekali apalagi dijaman serba digital sekarang ini kita harus pintar-pintar mengelola produk secara digital” ujarnya.

Pada bulan November 2021 tahun ini kata Nuria Hidayati pihaknya mengaku mendapat laba bersih Rp 7.820.000 dari hasil penjualannya padahal bulan-bulan sebelumnya rata-rata laba bersih Rp.3.000.000 juta an. Nuria Hidayati menceritakan latar belakang pendidikan yang nota bene pihaknya lulusan Sarjana Pertanian.

“pada saat mendapat diklat dan pendampingan pemasaran saya merasa terbantu. Terlebih Saya mendapat fasilitas belajar menjahit, jadi saya bisa membuat baju dan aksesoris dari kain batik”ucapnya.

Masih kata Nuria Hidayati pihaknya sangat berkesan dengan adanya diklat ini karena bisa dapat menyusun laporan keuangan seperti perusahaan pada umumnya menggunakan aplikasi SIAPIK.

“Selama ini pihaknya mencatat secara manual. Awal-awal sedikit bingung, namun setelah adanya pendampingan saya jadi terampil. Terimakasih, Saya ucapkan untuk pihak penyelenggara,”ucapnya.

Galih Abdul Fatah Maulani dan Intan Permana sebagai Anggota Tim sekaligus Dosen Universitas Garut menuturkan untuk kedepannya pihaknya sebagai akademisi bisa berkolaborasi dengan instansi pemerintah terkait untuk mendampingi pelaku usaha agar mencapai kinerja perusahaan terbaik.

“tidak perlu sungkan untuk menghubngi kami jika memerlukan bantuan atau bisa datang langsung ke Universitas Garut untuk bertemu.” pungkasnya Galih fatah Maulani kepada awak media (DK/**)

Editor: Indra R

BAGIKAN