Momentum Hari Lansia 29 Mei, DPC PDIP Mengingatkan Pemda Garut Untuk Hadir Bagi Lansia Miskin dan Terlantar

193

Koran-Fakta.com, (KF).- Bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ( HLUN ) yang jatuh setiap Tanggal 29 Mei, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Garut, Kembali memberikan bantuan kepada para kaum dhuafa, Janda Tua dan Lansia.

Saat ditemui disela kegiatan Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan mengatakan hari ini kami DPC PDI-Perjuangan Garut keliling ke-2 Kecamatan, yaitu ke Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, dan Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut

” kita melakukan belusukan secara door to door mengunjungi para lansia, dan mengucapkan selamat hari lansia nasional, namun ternyata banyak juga yang tahu hari ini hari lansia nasional, ” Ungkapnya

Dikatakan Yuda, Selain memberikan selamat, kita juga memberikan bingkisan, sebagai bentuk kanyaah serta kadedeuh untuk para lansia, ya karena ini masih ditengah pademik covid-19, bingkisan kami masih di seputar sembako

” Sambil memberikan sembako dan selamat, kita berharap juga sambil menedukasikan kepada keluarga nya untuk lebih sayang kepada para lansia, ” Ucapnya.

Yuda menegaskan, bahwa memang negara harus hadir untuk dan peduli terhadap para lansia. Apalagi dimasa pademik Covid -19. Dalam hal ini Pemerintahan Daerah yang mewakili Pemerintah Pusat terutama yang mungkin lansia lansia yang memang yang diabaikan oleh keluarganya dan tidak mempunyai rumah

Saya mau menitikberatkan kepada Pemerintahan Kabupaten, Karena apa?, lanjut Yuda, Karena memang APBD kita 90% itu dana transfer dari pemerintah pusat, jadi memang kita dihadapkan pada kenyataan banyak lansia lansia yang yang di bawah garis kemiskinan di tengah pandemik Covid-19, dengan demikian negara harus hadir, ujar Yuda.

Lebih jauh Yuda menjelaskan, saat ini BTT kita itu masih tinggi yang tadinya mencapai Rp. 253 Milliar sekarang sudah mencapai Rp. 300 Milliar dari tambahan semacam pemotongan gaji ASN

” Dari Rp. 300 M, baru terpakai Rp. 66 M, dengan demikian ada sekitar Rp. 234 M lagi di Kas Daerah, Anggaran tersebut penggunaanya yaitu untuk pertama penanganan kesehatan, kedua jaring pengaman sosial, dan ketiga yang terdampak ekonomi, ” Jelasnya

Ia pun mengaku sedih karena di momen Hari Lansia ini, temuan temuan saya dilapangan banyak lansia miskin dan terlantar yang masih kesulitan.

Seperti Mak Ape di Kampung Caringin, Lebak Jaya Karangpawitan, Mak Empud di Paledang Garut Kota, Kemudian Apih Didi di Desa Lewigoong, Kecamatan Lewigoong. Kemudian Ibu Sumiyati di Pakuwon, Garut. Kota Janda tua yang tinggal nya di bedeng triplek diatas selokan.

” Saya berharap Bapak Bupati dan Jajarannya Pemkab Garut, agar mengalokasikan Anggarannya untuk membantu lansia lansia tersebut, ” Imbuhnya

Yuda menegaskan, Sekali lagi selain negara harus hadir (Pemkab), kita juga sambil mengedukasi kepada warga, terutama kepada keluarganya agar lebih peduli, ditengah pandemik Covid-19 ini. Karena mereka diusia ini (Lansia-red) kesehatan nya lebih rentan, “apalagi dimasa pandemik covid-19 ini, jika mereka terpapar, mungkin daya tahan tubuhnya lebih rendah dibanding kita yang masih usia muda, maka dari itu negara harus hadir,” Tegasnya (J Gunawan)

BAGIKAN