Nasehat Ulama Untuk Pengelola Wisata Kamandara Mangkubumi Resto Coffe & Park

173

Koran-Fakta.com, (Kota Tasikmalaya). – Menyikapi pembukaan Lokasi Wisata Kamandara Mangkubumi Resto Coffe Park,  MUI Kelurahan Mangkubumi bergerak cepat dengan mengadakan pertemuan dengan investor pengelola Kamandara yang bertempat di Aula Kelurahan Mangkubumi, Selasa (6/10/2020).

Pertemuan tersebut dimediasi oleh Lurah Kelurahan Mangkubumi dan disaksikan oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dan  Kasi Trantib Kec Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Pada pertemuan tersebut, Lurah Mangkubumi mengatakan,  dirinya dalam pertemuan ini bertindak sebagai mediator antara Para Ulama MUI dengan pihak investor pengelola Kamandara Resto Cofee Park.

“Beberapa waktu yang lalu, saya diminta oleh para Ulama untuk memediasi pertemuan dengan investor dan pengelola, dan alhamdulillah hari ini bisa terlaksana dengan baik, ” ucap Erik Lurah Mangkubumi.

Sementara itu Ketua MUI Kelurahan Mangkubumi,  KH Zainal Musthofa dalam pemaparannya memyampaikan,  bahwa pertemuan ini tiada lain sebagai wujud tanggung jawab ulama sebagai Khodimul Ummah (pelayan ummat) dalam ranah saling mengingatkan agar pengelolaan wisata betul betul maslahat dan tidak berdampak buruk terhadap moral ummat.

Dalam kesempatan tersebut,  KH Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd selaku  Ketua Komisi Dakwah MUI Kel Mangkubumi,  menegaskan yang menjadi alasan pertemuan ini adalah :

  1. Umat banyak yang bertanya kepada MUI tentang bagaimana konsep pengembangan wisata Kamandara yang dulu lebih dikenal dengan sebutan kolam renang mangkubumi.
  2. Kehawatiran ulama, lokasi wisata menjadi sarana menjamurnya kemaksiyatan
  3. Lokasi wisata yang berada di lingkungan beberapa pondok pesantren
  4. Mengantisipasi pengembangan wisata yang kontradiksi dengan kearifan lokal kota santri
  5. Di mangkubumi sejak tahun 2016 telah dideklarasikan MANNGKUBUMI BERSIH DARI MAKSIYAT
  6. Mengingat di Tasikmalaya telah ditetapkan Perda Tata Nilai No 7 thn 2014

“Mengingat alasan alasan tsb, maka dengan dimediasi oleh Lurah dan Muspika, Para Ulama dan pimpinan Pondok Pesantren yang tergabung di MUI dipandang perlu untuk menyampaikan nasihat kepada investor dan pengelola kamandara”,  tegas Ustad Yan yan.

Candra Cahyadi selaku investor kamandara memerima dan  menyambut baik nasehat yang disampaikan oleh para ulama yang tergabung di MUI.

“Kami berkomitmen untuk menjaganya dengan melakukan pengawasan secara maksimal sehingga Lokasi Wisata yg kami kembangkan sesuai dengan nota kesepahaman yang telah disepakati,” kata Candra.

Setelah ditanda tangani nota kesepahaman ini, MUI Akan membentuk team Monitoring dan Investigasi yang bertugas mengawasi di lapangan, apakah nota kesepahaman tersebut dipatuhi atau tidak.

Bila di lapangan ada pelanggaran, maka MUI Akan menyampaikan nasehat kembali. Bila nasehat diabaikan maka MUI Akan menyampaikan permohonan kepada Pemerintah agar dilakukan pembekuan/pencabutan izin operasional.. (Tono efendi)

Editor: J Wan

BAGIKAN