Parade Nusantara Angkat Bicara Terkait Kebijakan Desa Disaat Anggaran 30 Persen

95
Ket Foto : Ketua Parade Nusantara Teddy Rochendhy.

Koran-Fakta.Com (KF).- Menyikapi langkah dan kebijakan Desa disaat anggaran 30 persen harus digunakan guna penanggulangan Covid-19 Ketua Parade Nusantara, Teddyy Rochendhy angkat bicara.

Disampaikannya, penggunaan dana desa untuk BLT itu mengacu pada Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 PDTT lengkap dengan juknis pendataan keluarga calon penerima BLT Dana Desa nomor: 9/PRI.00/IV/2020.

Akan tetapi bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dinilai  belum dapat mengcover kebutuhan masyarakat sesuai data yang telah dimiliki oleh pemerintahan desa.

“ Untuk itu, dengan adanya kebijakan 30 persen yang diambil dari dana desa menjadi solusi tepat untuk membantu menguatkan social safety net. Karena kita paham bahwa pemerintahan desa bersentuhan langsung terhadap kondisi masyarakat akibat Covid-19,” ucapnya. Kamis (30/4/2020) Siang

Menurutnya, sekitar 30 persen dari besaran dana desa sesuai juknis dari Kemendes terkait validasi, finalisasi dan penetapannya dilakukan di forum musyawarah desa khusus, yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani oleh kepala desa bersama perwakilan BPD

“Hal ini tentunya bagian dari implementasi asas subsidiaritas yang dimiliki oleh pemerintahan desa yaitu kewenangan berskala lokal dan pengambilan keputusan secara lokal untuk kepentingan masyarakat desa,” katanya

Asas subsidiaritas dalam kondisi ini, tutur Tedy, tentunya harus di kedepankan mengingat keberagaman kondisi dan jumlah masyarakat pada tiap-tiap desa dikabupaten Garut yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“ Ini merupakan sebuah penegasan yang harus dipahami bersama bahwa Musdesus adalah forum pengambilan keputusan final terhadap penetapan 30 persen dana yang diambil dari dana desa dan penutup ruang intervensi dari pihak manapun,” tuturnya.

Lanjut disampaikan Tedy, pihaknya berharap agar semua potensi atau kearifan lokal Desa masing – masing dapat digunakan.

“Langkah pertama dan utama , antisipasi merebaknya Virus Corona , gunakan semua potensi Desa yang ada, agar tidak ada masyarakat Desa yang kelaparan,”

Kemudian juga kedepankan, satu pasal didalam UU No.6 Tahun 2014 yang mengamanatkan bahwa Desa Berhak mengatur rumah tangganya sendiri, dan segera terbitkan Peraturan Desa (PERDES).

“ Jika sampai terjadi darurat makanan maka keluarga Desa yang mampu wajib memberi makanan keluarga yang benar-benar tidak mampu makan. Kemudian stop berpolemik di media sosial, karena saat ini waktunya untuk mewujudkan doktrin PARADE NUSANTARA Untuk Menjadikan Desa Menjadi rumah besar yang aman dan nyaman untuk tempat berlindung dan bernaung anak cucu kita,” pungkasnya (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN