Pemkab Garut Tidak Memberlakukan Lockdown, Hanya Saja Pembatasan Gerak Orang Secara Fisik Lebih Ditingkatkan

711
Ket Foto : Bupati Garut H.Rudy Gunawan saat ditemui sejumlah media di halaman pusat informasi Covid-19 Garut. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com (KF).- Kasus penyebaran Covid-19 atau wabah virus Corona di kabupaten Garut ternyata cukup memprihatinkan. Bahkan perkembangan Status Orang Dalam Pengawasan (ODP) saat ini mengalami peningkatan.

Meski demikian. Pemerintahan kabupaten Garut Jawabarat tidak memberlakukan lockdown atau karantina wilayah, namun yang akan diberlakukan Pemkab Garut hanya pembatasan gerak orang secara fisik.

“Kalau lockdown atau karantina wilayah tentunya itu kita harus menunggu dulu PP nya, akan tetapi besok itu akan ada pembatasan gerak orang secara fisik di pusat-pusat keramaian,” kata Bupati Garut H.Rudy Gunawan saat ditemui sejumlah media, di halaman pusat informasi Covid-19 Garut. Minggu (29/03/2020) Petang.

Lanjut Rudy, Kajian cara bertindak yang akan dilakukan tentunya, pihak Polres Garut akan melakukan penyekatan bagi masyarakat yang akan masuk ke wilayah Garut.

“Jadi tidak ada Lockdown namun masyarakat yang akan mudik ke Garut itu diperiksa terlebih dahulu di mulut jalan setiap kecamatan, contoh di Cihurip, Pamulihan atau Banjarwangi, itu ada penyekatan – penyekatan, yang pada intinya mereka yang datang ke wilayahnya masing-masing itu dalam keadaan sehat, tidak membuat orang lain di kampungnya terkena virus,” ucapnya

Sambung Rudy, terkait social distancing atau pembatasan sosial yang saat ini belum diindahkan, pihaknya akan menutup beberapa ruas jalan.

“ Kita melihat contoh seperti dikota Bandung, ada beberapa penyekatan ruas-ruas jalan, karena memang saat ini Orang Dalam Pengawasan (ODP) semakin bertambah,” jelasnya. (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN