Pentingnya AMS Saat ini!

344

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

koran-fakta.com (Bandung) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, secara resmi me-launching program Ajengan Masuk Sekolah (AMS). Program ini sangat strategis dan dibutuhkan oleh sekolah. Jabar juara lahir bathin perlu sentuhan dan penguatan serius ajaran agama di sekolah oleh ahlinya, yakni ajengan.

Ajengan, Kiyai atau guru agama yang kompeten terkait perbaikan akhlak yang bersumber pada kitab suci Al Quran, hadits dan kitab kuning sangat diperlukan di setiap sekolah. Generasi muda idealnya back to akhlak Rosulullah. Ini penting! Mengapa penting?

Sangat penting karena saat ini pelajar generasi muda sudah terjebak dalam kemajuan teknologi informasi (TI). Mereka setiap hari diguyur informasi mulai dari narasi, visual dan audio visual yang belum tentu semuanya berdampak positif. Basis akhlak menjadi utama bagi para pelajar.

Kang Uu nampaknya telah membaca dengan mendalam betapa generasi pelajar saat ini perlu “suplemen” lebih, terkait ajaran akhlak yang bersumber pada pesan-pesan keagamaan. Kitab kuning diantaranya menjadi referensi bagaimana akhlak remaja pelajar didesign.

Kang Uu mengatakan, “Dengan program AMS, siswa SMA dan SMK di Jawa Barat selain mempunyai ilmu pengetahuan yang bersifat duniawi yang hebat, juga mempunyai budi pekerti yang luhur.” Pepatah bijak mengatakan, “Dengan ilmu hidup menjadi mudah dengan agama hidup menjadi punya arah”.

Kang Uu nampaknya ingin generasi muda kita tidak hedon, halu dan matre. Melainkan lahir generasi santun, beradab dan memiliki kekuatan iman dan taqwa yang baik. Iman dan taqwa adalah mentalitas dasar yang harus dimiliki para pelajar. Iman dan taqwa pun identik dengan kerja keras dan disiplin dalam menjalankan ajaran agama.

Selain visi Jabar Juara Lahir Bathin yang akan menjadi target daerah, Kang Uu pun dengan program AMS adalah menjawab “tantangan “ Presiden Jokowi terkait pentingnya mewujudkan SDM unggul. Dengan AMS maka diharapakan SDM Jabar khususnya, lebih utuh dalam berbagai segi. SMD unggul lahir bathin!

Gagasan Kang Uu menurut Saya sangat efektif. Apalagi saat ini tidak sedikit sekolah malah mendatangkan artis. Apalagi artis dangdut yang erotis, ahaa bahaya. Sambutan para siswa datangnya artis ke sekolah sangat tinggi. Menjadi lucu dan bahaya bila sambutan pada ajengan layu dan kurang antusias. Ini bahaya! Pemerintah dan sekolah harus kolaboratif sukseskan program AMS.

Jangan sampai ada ketidakberimbangan antara dunia seni dan ilmu pengetahuan di sekolah dengan peningkatan ilmu agama. Hidup butuh seni, agama dan ilmu duniawi. Tentu harus proporsional dan terkemas dengan pas dihadapan generasi muda. Generasi muda yang gandrung pada seni, ilmu pengetahuan umum dan agama tentu sangat kita harapkan.

Jangan sampai AMS vs AMS di sekolah. Apa maksudnya AMS vs AMS? Ajengan masuk sekolah (AMS) bersaing tak sehat dengan artis masuk sekolah (AMS). Apalagi bila artisnya dengan busana urakan atau berbusana yang mempertontonkan kebohayan body. Anak terangsang otak remajanya bahaya.

Kalau pun ada artis masuk sekolah lebih baik artis yang edukatif, atau artis yang membawa pesan kerohanian. Semisal Nissa Sabyan, dikolaborasi dengan ajengan yang ahli. Bukanah sekarang era kolaborasi? Ahaa betapa indahnya bila setiap sekolah kedatangan Nisaa Sabyan dan ajengan kondang.

Makasih Kang Uu bila AMS ini dikolaborasi dengan artis kerohanian yang diidolakan para remaja. Mereka butuh model dan idola yang akan mengisi imajinasi dan otaknya secara positif. Jangan sampai otak remaja diisi setiap hari oleh persepsi dan visual yang kontraproduktif dengan kebutuhan masa depan mereka.

Individu kamil itu akan lahir dari proses pendidikan yang kafah lahir bathin. Orangtua, guru, ajengan dan pemerintah daerah harus benar-benar “terlibat” serius dalam melayani proses pembelajaran setiap anak didik. Mereka adalah kunci masa depan Jabar dan Indonesia. Ditangan mereka masa depan akan jaya atau pralaya!

(Tono Efendi)

BAGIKAN