Pertanyakan Uang Nasabah, LSM Manggala Garuda Putih Demo PT.BPF Bandung

97
Ratusan masa yang tergabung dalam ormas Manggala saat menggelar aksi Demo.

BANDUNG, (KF).-   PT. Best Profit Futures (“BPF”) merupakan perusahaan pialang berjangka  yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak tahun 2004. Anggota dari PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), PT Bestprofit Futures memiliki 10 kantor operasional di Indonesia, antara lain Jakarta (2 kantor), Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Banjarmasin, Pontianak, Jambi, Pekanbaru dan Bandar Lampung.

Dalam menjalankan usahanya dibidang investasi seharusnya pihak perusahaan memberikan edukasi dan penjelasan terhadap calon nasabah secara detil, jelas dan gamlang sehinga tidak menimbulkan keraguan bagi calon nasabah maupaun yang sudah menjadi nasabah. Agar tedak terjadi kesalahan prosedur dan merugikan nasabah itu sendiri.

Seperti yang dialami oleh  salah satu nasabah yang kebetulan bagian dari keluarga besar Ormas Manggala Garuda Putih, dia merasa di iming-iming akan mendapatkan  keuntungan yang berlipat ganda jika berinvestasi di PT.BPF, nyatanya semua itu bohong.  Hal ini disampaikan oleh Biro Hukum Garda  DPP MANGGALA GARUDA PUTIH,  Tomu Hutasoit, SH, MH, pada awak media online saat menggelar aksi demo didepan kantor PT. BPF yang terletak di jalan Jakarta kota Bandung, Rabu 01September 2021.

Tomu juga menyampaikan kekecewaannya terhadap management PT. BPF karena sudah beberapa kali melakukan kompirmasi dan mediasi terkait penyelesaian Investasi bohong ini tidak pernah memberikan keputusan yang jelas, Karena setiap ditemui pihak manajemen menyatakan bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan peraturan perusahaan, karena kewenangan untuk pengembalian investasi ada dikantor pusat di Jakarta.

Padahal yang kami minta adalah uang pribadi yang telah diinvestasikan pada  PT BPF senilai Rp. 200 Juta, kenapa harus ditahan-tahan jelas Tomu dengan nada yang kecewa.

Masih ditempat yang sama koordinator aksi,  Abdul Aziz, SE, menyatakan bahwa kami akan terus melakukan aksi sebelum pihak PT BPF mengembalikan uang nasabah, dan meminta agar pemerintah membekukan ijin operasional perusahaan tersebut jika tidak memenuhi tuntutan kami jelas Azis dihadapan masa aksi yang dipimpinnya sekitar kurang lebih 200 orang.

Ironisnya ketika saat ormas Manggala Garuda Putih menggelar aksi pihak manajemen PT. BPF tidak ada yang keluar untuk menemui pendomo. Bahkan sebelom para peserta aksi demo datang kantor  PT. BPF sudah dalam pengamanan pihak kepolisian. Kendatipun aksi demo ini dilakukan sesui protokol kesehatan dan pengawalan yang sangat ketat. Sampai berita ini diturunkan kami sebagai awak media tidak dapat memintai keterangan dari pihak perusahaan karena adanya penjagaan ketat. (Cep/**)

BAGIKAN