Petani Muda di Desa Sukatani Cilawu ini Dinilai Sukses, Membudidayakan Bawang Merah

125
Ket Foto : Deden petani muda asal Desa Sukatani yang saat ini ikut berkecimpung usaha pertanian. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com (KF).- Kiprah para petani muda di Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu kabupaten Garut Jawabarat ini adalah salah satu dari sekian generasi muda yang ikut berkecimpung di dunia pertanian, khususnya budidaya bawang merah.

Para petani muda diwilayah Sukatani tersebut bisa dinilai sukses untuk mengembangkan bawang merah dari biji maupun umbi di wilayah tersebut. Seperti halnya yang disampaikan kang Deden salah seorang petani muda yang ikut berkecimpung dalam budidaya itu.

Menurutnya, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi bilamana dibudidayakan dengan baik dan mengikuti inovasi yang mereka ketahui.

“ Kalau kita membudidayakan nya dengan cara kita atau inovasi serta strategi yang kita ketahui tentunya hasilnya cukup baik,” ujar Deden sembari menunjukkan hamparan tanaman bawang merah yang saat ini menjadi garapannya.

Disampaikan Deden, menanam satu jenis komoditas saja terkadang belum dapat mengembalikan modal produksi pertanian. Maka dari itu sambung ia untuk melengkapi kekurangan tersebut diakuinya. Pola penanaman dua atau lebih komoditas yang umurnya tidak jauh berbeda dan ditanam bersama-sama ditempat yang sama pula menjadi cara alternatif yang efisien untuk menambah penghasilan.

Ket Foto : Sekelompok petani yang nampak terlihat masih muda saat melakukan komunikasi mengenai hasil pertanian.

“ Usaha budidaya bawang merah para petani muda ini telah berjalan hampir dua tahun, dan dibarengi dengan budidaya tanaman burkol dan sayuran lainnya (tumpang sari) sehingga semua ini menghasilkan nilai ekonomi disamping bawang merah yang kita garap.” tuturnya. Minggu (15/6/2020) Siang.

Sambung Deden pihaknya berharap adanya peran pendampingan dari dinas terkait, mengenai budidaya para petani muda bawang merah di Desa Sukatani, supaya tetap berkelanjutan.

“Supaya tetap berkelanjutan tentunya  perlu pendampingan, pelatihan, serta tentunya komitmen dari petani sendiri,” ungkapnya (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN