Program Amazing Bupati Garut, Dinilai Gagal

159
Ket Foto : Gabungan Mahasiswa saat melakukan aksi damai di gerbang Setda kabupaten Garut. (Foto oleh; Indra R).

Koran-Fakta.com (KF).- Gabungan Mahasiswa Garut, yang tergabung dalam Cipayung Plus Garut Menggugat melalukan aksi damai dihalaman kantor Setda Kabupaten Garut. Senin (20 Januari 2020) Pagi.

Dalam orasinya, gabungan mahasiswa tersebut menilai kepemimpinan Rudy Gunawan pada periode kedua diawali dengan pengakuan jujur bahwa program “AMAZING” yang sebelumnya dijadikan sebagai lokomotif perubahan dalam mewujudkan Garut yang bermartabat, nyaman dan sejahtera telah Gagal.

“Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak dilakukan secara jelas dan tegas, nampak seperti tumbuh berkembang terlihat dari pengelolaan pekerjaan yang banyak dilaksanakan oleh pengusaha yang berada dilingkungan dengar Bupati, bahkan diduga kuat banyak proyek-proyek besar yang dikerjakan oleh keluarga bupati. Meskipun mekanisme lelang dilakukan secara melalui sistem elektronik,” ujar Kordinator Lapangan, Imam Nurul Hakim

Lanjutnya, bisa dilihat dari kualitas pekerjaan program Amazing banyak yang bermasalah, kalau tidak mangkrak kualitas rendah dan tidak menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Kondisi itu terjadi karena semuanya kongkalikong. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun pengendalian. Disini seolah Bupati meminta kualitas pekerjaan harus baik. Padahal dibalik itu semua, aroma KKN tercium dan Berasal dilingkungan dia pribadi,” katanya

Lanjutnya, kuat adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan indikasi Gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati Garut Rudy Gunawan dalam pembangunan, seperti pasar Wanaraja, pasar Samarang, dan Pembangunan jalan diwilayah Garut Selatan.

Salah satu indikasinya adalah pengerjaan proyek tersebut adalah perusahaan PT. Trimukti. Sehingga berdampak pada pembangunan pasar yang tidak berkualitas, terbukti denan adanya temuan BPK, diantaranya

A. Adanya kekurangan volume beton pada pembangunan Pasar wanaraja yang berpotensi merugikan keuangan sebesar Rp. 282.800.397,21.

B. kekurangan volume pada pembangunan pasar samarang sehingga berpotensi merugikan keuangan sebesar Rp. 421.422.928,42 ditambah dengan permasalahan kelebihan pembangunan kios yang tidak jelas kepemilikannya dan munculnya buku bukti kepemilikan kios yang diindikasikan palsu.

C. Pembangunan Pasar leles terbukti dengan adanya kelebihan bayar DED sebesar Rp. 46.000000 dan dari aspek bangunan berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp. 800,000,000. sehingga berdampak pada mangkraknya pembangunan pasar leles sampai saat ini, dan berpotensi merugikan pendapatan pedagang setempat. bahkan pembangunan tahap dua pasar leles sampai saat ini masih mangkrak .

Sambunngnya, pada akhirnya tahun 2019 banyak pembangunan gedung-gedung kantor Dinas Sosial, Kantor BKKBN. Bahkan diduga kuat keluarga Bupati Rudy Gunawan terlibat pembangunan kantor LHKP dan pembangunan rumah sakit tahap kedua Malangbong, yang sampai saat ini masih mangkrak.

“Dalam setiap kasus pekerjaan proyek yang mangkrak Bupati hanya mampu menyalahkan pihak ke tiga (pengusaha) padahal sebenarnya buruknya kualitas dan mangkraknya pekerjaan-pekerjaan tersebut disebabkan karena adanya pembiaran oleh Bupati Garut dikarnakan tumbuh suburnya KKN dalam pelaksanaan pekerjaan. Bahkan diduga ada pembayaran lebih dibandingkan dengan kamajuan fisik pekerjaan,” ungkapnya. (Indra R).***

Editor : Van’s

BAGIKAN