UPT Pertanian Kecamatan Kadungora Antisipasi Kekeringan

93
Ude Sudirman Kepala UPT Pertanian Kecamatan Kadungora,

GARUT, (KF).- Memasuki musim kemarau yang dikhawatirkan berkepanjangan di tahun 2019, Dinas Pertanian Kabupaten Garut melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) Kecamatan Kadungora, sudah menyiapkan satu unit pompa air jenis Desel untuk para petani padi yang lahan persawahannya terkena dampak kekeringan air.

Pompa air tersebut merupakan bantuan pinjaman secara bergulir bagi para petani padi yang lahan persawahannya terdapat kekeringan air.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Kadungora Ude Sudirman, kepada Koran-Fakta.com, Senin (17/6/2019) diruang kerjanya mengatakan bahwa selain daripada bantuan pinjaman satu unit pompa air, pihaknya telah menyiapkan sumur-sumur yang berupa sumber mata air, terutama diwilayah-wilayah yang dianggap rawan kekeringan seperti wilayah Gajah Ngambung Desa Tanggulun dan wilayah Desa Neglasari yang sudah terbukti pada kemarau tahun kemarin.

” Wilayah Gajah Ngambung Desa Tanggulun tercatat seluas 35 hektar lahan persawahan yang kekeringan air, dan Desa Neglasari tercatat seluas 3 hektar lahan persawahan yang kekeringan air.
Tapi dari 2 wilayah Desa tersebut tidak sampai terjadi puso atau gagal panen, karena terantisipasi dengan suatu gerakan yang dinamakan gerakan “Masal Penyedotan” yang melibatkan berbagai elemen seperti Kelompok Tani, Dinas Pertanian dan Babinsa,” ungkapnya

Oleh karena itu lanjut Ude menjelaskan dalam mengantisipasi kemarau tahun 2019 ini, kami sudah melakukan pengontrolan dan meningkatkan pengawasan dilapangan dan menugaskan para petugas pertanian yang tersebar di tiap-tiap desa se Kecamatan Kadungora, harus segera melapor bila menemukan lahan persawahan yang betul-betul terdapat kekeringan air, juga menghimbau kepada para petani padi supaya tidak memaksakan menanam padi di musim kemarau ini terutama di wilayah-wilayah yang kekurangan air atau persediaan debit airnya sedikit. ” diharapkan para petani padi sebaiknya beralih tanam dari tanaman padi ke sayuran atau tanaman palawija selama musim kemarau.” Pungkasnya (Agus S)

Editor: J Gunawan

BAGIKAN