Warga Yang Akan Berolahraga Keluhkan Penutupan SOR Kerkhof

324
Ket Foto : Nampak Gerbang lapangan Merdeka (Kerkof) yang saat ini ditutup rapat.

Koran-Fakta.com, (KF).- Terusnya meningkat kompirmasi Covid-19 di Kabupaten Garut. untuk ikut menekan penyebaran itu Dispora Kabupaten Garut, menutup sementara kawasan sarana olahraga lapang Kerkhof, tepatnya di jl. Merdeka Kecamatan Tarogong Kidul Kabupatén Garut, mulai hari Kamis 24 Desember 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan

Pantauan dilapangan, Atas penutupan kawasan tersebut, para pengunjung yang akan berolahraga dan para pedagang pun ikut keluhkan penutupan SOR tersebut. Imbas dari penupan tersebut sejumlah pedagang pun nekat berjualan dibahu jalan didepan pagar kawasan SOR Kerkof, Ahad (27/12/2020) pagi

Salah satu pengunjung SOR Kerkof Asep Sudrajat yang akan berolahraga menyampaikan, Sebetulnya saya tidak keberatan dengan penutupan tersebut. Namun harus ada solusi alternatif yang diberikan pemerintah untuk penggantian fasilitas agar warga tetap bisa berolahraga.

” Saya hampir setiap pagi kami berolahraga di SOR Kerkof ini, tetapi kami bingung mau olahraga kemana, karena ditutup,” ucapnya saat ditemui di gerbang SOR Kerkof

Lebih jauh ia menambahkan, Sementara dalam mencegah terinfeksi Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat, Pemerintah pun selalu menggencarkan sosialisasi untuk meningkatkan imun tubuh dengan rajin berolahraga.

” Kenapa sementara mall, dan tempat wisata yang nota bene menjadi tempat kerumunan masa tetap dibuka,” tuturnya

Kepala UPT SOR Merdeka Kerkhof Garut, Endang Rustandi, SE.(Endang Ilen)

Saat ditemui Kepala UPT SOR Merdeka Kerkhof Garut, Endang Rustandi, SE. atau yang dikenal Endang Ilen mengakui ini (Sor Kerkof-red) adalah penutupan yang kedua kalinya

” Ditutupnya kembali Kerkhof ini, tentu berpengaruh terhadap pendapatan kami, artinya target PAD sebesar 85 persen tidak akan terkejar. Jangankan 85 persen, kalau situasi seperti ini 70 persen pun sulit untuk bisa tercapai,” keluh saat ditemui di kantornya, pada para awak media.

Selain target PAD tahun ini tidak akan tercapai, yang besarannya sekitar Rp. 385 juta, lanjut pria yang akrab disapa Endang Ilen itu, Ia juga mengaku khawatir akan nasib anak buahnya yang masih berstatus tenaga kerja kontrak (TKK), atau tenaga kerja sukarela (TKS) yang mengandalkan pendapatannya dari pekerjaan sebagai petugas Kerkhof.

” Ditutupnya Kerkhof ini berarti tidak ada pendapatan bagi para TKK, dan TKS, kasihan mereka. Meskipun keadaannya begini, tapi Alhamdulillah mereka masih tetap bekerja untuk merawat Kerkhof biar tetap bersih dan indah,” katanya.

Dari penutupan SOR Kerkof ini, diakui Endang Ilen, pihaknya banyak menerima teguran dari masyarakat pengunjung Kerkhof yang hendak berolahraga, dan pedagang yang biasa berjualan di dalam Kerkhof.

” Masyarakat ada yang sambil marah-marah datang ke sini untuk berolahraga, tapi Kerkofnya tutup. Ada juga pedagang yang marah, karena penutupan ini,”imbuhnya.

Lanjutnya, penutupan kerkhof ini belum diketahui sampai kapan waktunya.” Kami ini hanya melaksanakan tugas dari Pak Kadis. Ini kan terkait situasi penyebaran Covid 19 di Garut, entah sampai kapan waktunya. Walaupun ditutup kegiatan kami jalan terus. Diantaranya kami akan menanam rumput di lapang sepakbola, terutama bagian tengah lapangan yang rumputnya rusak,”pungkasnya. (J Gunawan)

Editor:Vanz

BAGIKAN