Warga Yang Membuang Sampah Bukan Pada Tempatnya, Bisa Terkena Pidana

102
Ket Foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. H.Uu Saepudin saat ditemui sejumlah media dihalaman kantor DLH usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid di halaman kantor DLH Garut. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com (KF).- Warga masyarakat yang terbukti dengan sengaja membuang sampah sembarangan bisa kena sanksi, hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. H.Uu Saepudin ST MSi, saat ditemui usai melakukan peresmian peletakan batu pertama pembangunan mesjid, dihalaman kantor DLH Garut. Jum’at (19/6/2020).

Disampaikan H.Uu mengenai hal itu Satuan Polisi Pamong praja (Satpol-PP) tentunya harus bisa melakukan penindakan. Mengingat saat ini membuang sampah sembarangan sepertinya sudah menjadi kebiasaan.

“ Masyarakat belum ada kesesuaian dengan kita akan pentingnya kebersihan, makanya hal itu kita serahkan ke Satpol-PP,” ujarnya

Sambung Uu dalam Peraturan Daerah (Perda) kabupaten Garut sudah jelas sanksi bagi warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya terkena saksi pidana.

“ Saksinya bukan lagi pidana ringan, tapi pidana 6 bulan dan denda 500 juta,” katanya.

Disinggung mengenai sampah – sampah yang berada di badan sungai, pihaknya mengaku hal itu bukan tanggung jawab dinas lingkungan hidup. Akan tetapi sampah yang berada di badan sungai merupakan tanggung jawab dinas PUPR.

“ Itu tentunya tanggung jawab dinas PUPR, kan di Dinas PUPR ada pemeliharaan sungai, kecuali sampah yang berada di badan sungai itu sudah di angkut ke badan jalan atau ke tempat sampah,” kata ia

Sambung ia, kewajiban Dinas Lingkungan Hidup dalam pengangkutan sampah itu dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“ kewajiban LH itu mengangkut sampah dari TPS ke TPA hal itu kalau mengingat tugas poko,” ungkapnya. (Indra R)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN